6 tahun lalu kita berlayar tanpa arah. Tanpa tahu dimana pelabuhan terakhir kita, hingga kamu memutuskan untuk menaiki kapal yang berbeda. Pada akhirnya akhir cerita kita berbeda tujuan.
Cukup sulit untukku, yang menghabiskan waktu dalam pelayaran hanya dengan dia sebagai kapten. Mengikuti arah dan tujuan nya yang aku tak tau akan dibawa kemana, namun dengan penuh percaya tetap ku ikuti.
Kata "You deserve better." menjadi kata penutup di cerita kami. Kata yang selalu terngiang dalam episode terakhir cerita kami dulu. Saat itu ia meminta maaf karna lembaran kertas hidupku sudah banyak dihabiskan dengan memoriku dengannya. Ia berharap aku menemukan seseorang yang bisa ada dalam setiap lembar cerita hidupku sampai akhir hayatku meskipun itu bukan dia. Tanpa ia sadari bahwa kalimat itu sangat menyakitiku. Kalimat itu, tidak menenangkan ku. Sungguh. Kalimat itu adalah kalimat terpahit yang pernah kudengar.
Kini kita bertemu dalam keadaan berbeda. Dalam indah nya lampu jalanan di kota penuh cinta. Kami membisu menatap satu sama lain. Terkejut bukan main, karna kita bertemu di kota berbeda dimana tidak ada sedikit pun cerita dalam kota ini tentang kita. Entah apa maksud Tuhan mempertemukan kita, disini dikota baru dengan lembaran hidupku yang baru.
Siluet akhir cerita kita dulu merayap dalam ingatan ku, senyum pun tak sanggup ku perlihatkan meskipun ia merekahkan senyum nya. Senyum yang jujur ku rindukan, namun terlalu enggan ku harapkan kembali. Ruang harap ku bergetar, seperti memberi sinyal mungkin ini jalan baru dari Tuhan untuk kisah ku dan dia.
Dia menyapaku. Menanyakan kabar ku. Bertanya sejak kapan aku berada di kota ini. Dan aku hanya terdiam. Tidak menjawab setiap pertanyaan yang dia lontarkan,menatap nya dan bertanya-tanya akhir seperti apa yang sedang Tuhan persiapkan untukku. Dia tidak membiarkan keheningan ada diantara kami, dia bercerita bagaimana dia berakhir di kota penuh cinta ini. Sampai pada akhirnya ia bercerita maksud dan tujuannya datang ke kota penuh cinta ini.
Ah.. ternyata ini akhir yang di persiapkan Tuhan. Tuhan hanya ingin memperjelas.
Bahwa rasa yang tertinggal selama 6 tahun, tonggak yang menjadi kutukan dalam diriku ini sudah saat nya ku lepas dan ikhlaskan. Di kota penuh cinta ini, dia akan melabuhkan hidup nya dengan wanita lain. Ya.. He's get Married.
Pada akhirnya ku ukir senyuman di bibirku mendengar pernyataanya, jujur harapan yang baru saja muncul saat itu ditebas dengan pernyataan nya tadi. Betapa bodohnya aku berfikir Tuhan sedang merencanakan rencana indah diantara kami lagi. Entah apa yang kupikirkan hingga terlontar pertanyaan dari bibirku apakah dia bahagia?.
Pertanyaanku membisukan seribu kata yang sejak tadi dia ucapkan. Dia menjawab dalam senyum bahwa dia bahagia dan berharap aku pun begitu.
Setiap sel dalam tubuhku bergetar, aku tau ini akan memalukan jika tetap berada didekatnya. Saat itu aku hanya bisa tersenyum dan ikut senang dengan kabar bahagia yang dia ucapkan. Mendoakan kebahagiaan untuknya dan wanita yang beruntung karna akan menghabiskan isi hidupnya dengan dia.
Kuputuskan untuk menyudahi reuni ini. Tembok ku roboh. Tangisku pun pecah. Bukan karna sedih melihatnya bahagia. Hanya mengasihani diriku yang terjebak dalam ruang harapan itu selama 6 tahun lama nya.
Tuhan memang sayang kepadaku.
Tuhan tahu kesedihanku atas pertemuan yang Tuhan rencanakan hari ini, adalah jalan terbaik yang akan membangunkan ku dari ruang harapan yang kuciptakan tanpa masa depan.
Kila_Hugo_ BulanBisu
Inspired from : Ending Scene - IU
Photo from : Pinterest
Komentar
Posting Komentar